AGAMA YAHUDI
A.
Sejarah Lahirnya Agama Yahudi
Tidak
terlepas dari sejarah bangsa Yahudi di tahun 1900 SM, Ibrahim atau Abraham dan
para pengikutnya melarikan diri dari Mesopotamia karena tekanan dari penguasa
yang zalim yaitu raja Namrud, orang-orang ini disebut Ibrani, nama ini muncul
karena Ibrahim hijrah dari Mesopotamia ke Kan’an dan harus menyebrang sungai
Eufrat, sejak saat inilah kelompok ini disebut bangsa Ibrani. Wafatnya nabi
Ibrahim, kepemimpinan diteruskan oleh Ishaq, selanjutnya Ishaq dilanjutkan oleh
putranya Yaqub dan Yaqub memiliki gelar kehormatan yang disebut Israel yang
berarti “hamba Allah yang taat “. Ketika Yusuf (puteranya Yakub) menjabat di
pemerintahan Fir’aun di Mesir. Disana mereka diperlakukan dengan baik oleh raja
yang berkuasa saat itu, namun sekian lama kemudian Mesir dipimpin oleh Fir’aun
yaitu Amnahotab II, khawatir pada perkembangan Israel dan tidak menyukai agama
tauhid, munculah kedengkian yang mengakibatkan Bani Israel menjadi budak, saat
itu anak laki-laki yang lahir dibunuh. Ketika Nabi Musa membebaskan bangsa
Isra’el dari perbudakan bangsa Mesir kuno, kemudian membawa
pengikut-pengikutnya ke lembah bukit Sinai (Tursina) dimana ia menunjukan
kepada mereka dua buah papan yang bertuliska 10 perintah Tuhan atau yang
disebut orang Barat dan Kristen “Ten Commandments”. Kemudian “Ten Commandments”
tersebut dijadikan inti ajaran kitab Taurat dan dijadikan sumber hukum Yahudi
serta kepercayaan dan ethiknya. Dengan commandments ini pula orang Yahudi telah
membuang jauh-jauh paham agama bangsa Semit primitive.
Akan
tetapi sifat Tuhan serta hubungan manusia denganNya dari waktu ke waktu sering
sekali dirumuskan dalam bentuk yang berbeda-beda. Sehingga agama Yahudi telah
mengalami perubahan beberapa kali sejak dari permulaan sampai sekarang ini. Ada
beberapa kepercayaan dan upacara-upacara yang telah ditinggalkan, dan ada
beberapa yang telah dirubah untuk disesuaikan dengan civilisasi dan kebudayaan dengan
mana agama tersebut berhubungan, sehingga kepercayaan ataupun upacara-upacara
tersebut mengalami pengertian yang baru. Disamping itu keadaan tidak
menguntungkan Agama Yahudi itu telah diberitahukan oleh Al-Qur’an Beberapa kali
kepada kita dimana intinya menyatakan bahwa para imam-imam (rahib-rahib Yahudi)
telah banyak merubah kalam Tuhan dalam Kitab sucinya. Karena dorongan mencari
keuntungan yang kecil saja, padahal mereka tahu bahwa perbuatan demikian
sebenarnya Dosa.
Bahkan
Yesus (Isa) sendiri selalu menyanggah dan menentang atas perbuatan Rahib Yahudi
yang telah banyak menyeleweng dari ajaran Taurat Musa, sehingga menimbulkan
dendam kesumat terhadap Yesus, karena martabat serta pengaruhnya tercemar
vdimata pengikut Yahudi tersebut.
Menurut keyakinan Nasrani (Kristen), Yesus Krisitus ditangkap dan
kemudian dihukum salib, karena fitnah dari orang-orang Yahudi. Padahal Yesus
menjadikan ajaran taurat sebagai landasan Khutbah-khutbah ajaranya, Ia dating
kedunia antara lain untuk menegakan/meneruskan hukum Taurat dan sebagai
reformer Agama Musa (lihat Injil Matius 5 : 17 dan 18 dan 19). Disinilah Nampak jelas hubungan antara Yahudi
dan Kristen sebaga Agama penerus dari Agama sebelumnya, sementara itu agama
islam memberi peringTn kepada pengikut agar kembali ke jalan yang benar.
B.
Kitab Suci Agama Yahudi
Kitab dari agama Yahudi juga diakui
di dalam agama Kristen, dalam perjanjian lama (old testament), perjanjian lama
dan perjanjian baru disebut Bibel, namun dalam perjanjian lama yaitu 75% dari
keseluruhan kitab, merupakan bagian dari perjanjian lama. Meskipun begitu,
Yahudi kontemporer berasal dari ajaran para rabi di abad pertama masehi, yaitu
pada era Babilonia dan Palestina. Jadi para rabi menyatakan bahwa selain nabi
Musa mendapat Taurat di bukit Tursina sebagai undang-undang tulisan, ia juga
mendapat Talmud sebagai undang-undang lisan. Berikut penjelasan singkatnya :
1.
Taurat Tertulis
a.
Taurat
Taurat
artinya “hukum” atau “pengajaran” dan menujukan pada keseluruhan yang diketahui
tentang Allah dan hubungan-Nya dengan dunia ciptaan-Nya, taurat merujuk kepada
lima kitab Musa yaitu: Genesis (kejadian), Eksodus(Keluaran), Leviticus
(Imamat), numbers (bilangan), dan Deuteronomy (ulangan). Bagian penting dari
ibadah umat Yahudi adalah membaca ayat Taurat dengan keras.
b.
Kitab Para Nabi (Nevi’im)
Dalam
agama Yahudi, ada delapan kitab yang diberi nama sesuai para nabi, empat kitab
pertama yaitu Yoshua, hakim-hakim, Samuel I dan II, dan raja-raja I dan II, dan
biasanya mengacu pada nabi terdahulu dan kitab-kitab sejarah. Keempat kitab
terakhir mengacu pada nabi terakir yaitu Yesaya, Yeremia, Yahezkiel dan 12 nabi
kecil yang dianggap satu kitab. Sebagian besar dari isi kitab adalah khotbah
yang dikumpulkan oleh murid mereka.
c.
Sastra (Kethuvim)
Meskipun sastra ini dianggap tidak
bernilai jika dibandingkan dengan kitab-kitab sebelumnya, namun kitab sastra
ini juga penting. Kitab ini berisi Mazmur yang secara teratur digunakan dalam
ibadah di sinagog dan bacaan sastra ini sering diberikan di sinagog pada hari
perayaan.
2.
Taurat Lisan
Taurat
ini biasa disebut Talmud, dan sebagai perinci kitab Taurat. Talmud bisa
diartikan sebagai ajaran atau pengetahuan, derivasi dari kata Laumid dalam
bahasa Ibrani yang artinya pelajaran. Talmud berisi dua komponen, yaitu :
a.
Mishnah
Mishnah
merupakan versi pertama yang di transmisikan secara turun-temurun secara lisan
dari nabi Musa ke Yosua, lalu kepada para nabi, para tua dan generasi Great
Assembly yang dipimpin oleh Ezra sampai abad ke-2 masehi. Kitab ini berasal
dari Musa, dalam hukumnya, bangsa Yahudi tidak diperkenankan membukukan ajaran
ini selama kuil masih berdiri sebagai markas besar bangsa Yahudi. Mishnah
terdiri dari enam bagian yang disebut sedarim, yang artinya undang-undang yang
bersifat perintah dan masing-masing terdiri dari beberapa masekhtot
(tractates).
b.
Gemara
Gemara
artinya “pelengkap” gemara merupakan versi analisis atau pelengkap atau
komentar terhadap mishnah. Ada dua versi talmud akibat dari perbedaan Gemara yaitu
Talmud Yerusalem yang dikodifikasi pada abad ketiga masehi, isinya berupa
rekaman diskusi antara tokoh-tokoh agama yang ada di Palestina khususnya para
tokoh Thabariyah saat mereka menafsirkan kitab Mishnah. Kedua, Talmud
Babilonia, yang dikodifikasi abad ke-5 masehi, versi ini berisi hasil rekaman
penafsiran Mishnah oleh para tokoh Yahudi di Babilonia dan penyusunannya
sekitar tahun 500M. Kumpulan Mishnah dan Gemara inilah disebut dengan Talmud.
C.
Sistem Kepercayaan Agama Yahudi
Inti
dari ajaran agama Yahudi adalah “sepuluh firman tuhan” dan kesepuluh firman ini
diterima nabi Musa di bukit Tursinai langsung dari Tuhan. Firman Tuhan ini
ditulis Musa di lempengan batu atau sobekan kulit-kulit binatang., dan dari
kesepuluh firman Tuhan ini terkandung aspek-aspek akidah, ibadah, hukum,
syariah dan etika agama Yahudi.
1.
Konsep Ketuhanan
Perbedaan
antara Yahudi dengan agama lainnya terletak pada penyucian mutlak terhadap
Tuhan, kepercayaan dan perjanjian yang diberikan kepada bani Israel. Salah satu
titik sentral kepercayaan umat Yahudi terhadap Tuhan adalah keyakinan terhadap
perjanjian Tuahn, perjanjian ini bersifat ekslusif yaitu umat Yahudi tidak
boleh menyembah Tuhan lain selain Yehovah, sehingga orang Yahudi di jadikan
bangsa pilihan oleh Tuhan. Berdasarkan Taurat, orang Yahudi telah berjanji
sehingga dapat dianggap sebagai sumber dari sejarah dan kepercayaan mereka
dimasa selanjutnya.
2.
Konsep tentang Penciptaan
Menurut
agama Yahudi dalam kitab kejadian (Genesis) diceritakan bahwa Tuhan menciptakan
langit dan bumi dengan berkata “tjadilah terang”, lalu terang terjadi. Dalam 6
hari Tuhan menciptakan langit dan bumibeserta isinya, setelah menciptakan
manusia pertama yaitu Adam, dan Allah menciptakan Eve wanita pertama untuk
menemani Adam agar tidak kesepian, dari tulang rusuk Adam. Selanjutnya ada
taman eden , disana ada iblis yang menyerupai ular yang menyuruh adam dan Eve
untuk memakan buah di pohon taman Eden, akhirnya mereka diusir Tuhan dan
menjadi manusia (mortal) yang dapat merasakan sakit dan kematian.
3.
Konsep tentang Manusia
Menurut
Agama Yahudi, manusia seringkali menganggap dirinya sebagai spesies dominan
dibumi, paling maju dan memiliki kepandaian tak terbatas, ia mempunyai
kebebasan untuk bergerak dan mengolah lingkungannya tapi tidak dapat mengubah
kekuasaan Tuhan atau akhir dari proses sejarah. Selain itu, umat Yahudi percaya
bahwa kesempatan hidup dunia terbatas, namun meskipun manusi itu lemah, ia
memiliki derajat yang lebih tinggi dibanding makhluk lainnya bahkan hampir sama
dengan malaikat jika ia benar-benar menaati petunjuk Tuhan.
4.
Konsep tentang Etika
Konsep etika
dalam Yahudi banyak dijelaskan dalam kitab suci mereka. Dalam kitab para rabi
juga dijelaskan beberapa konsep etika sebagai berikut.
a.
Dapatkan
oranglain sebelum ia sampai kepadamu, poin ini merupakan pertahanan diri
b.
Jangan
kasihan kepada musuh-musuhmu,. Dalam hal ini siapa saja yang memiliki belas
kasihan terhadap orang kejam maka akhirnya ia akan menjadi kejam pula.
c.
Jagalah
sanak keluargamu. Ketika kita harus memilih antara memberi sedekah ke kaum
miskin dan orang dikota asing, kita harus menjaga milik sendiri dulu.
Ketiga konsep ini merupakan prinsip yang dipegang umat Yahudi, jadi
etika merupakan aspek kunci non literatur rabinik hukum yang dikenal sebagai
aggadah.
5.
Konsep tentang Eskatologi
Agama
ini meyakini kehidupan setelah mati adalah hal yang penting setelah beriman
kepada Tuhan. Di perjanjian lam, eskatologi terbentuk pada masa pembuangan,
saat itu dipelopori oleh Deutro-Yesaya membahas pengharapan akan datang zaman
baru yang keadaannya berbeda dengan zaman ini dan pemikiran ini memunculkan
konsep dua dunia. . struktur eskatologi pada perjanjian lama intinya mencangkup
konsep tentang dunia yang bersifat imanen yaitu jaman sekarang jahat sehingga
perbuatan yang mengunadng dosa harus dihukum.
D.
Sekte-sekte dalam Agama Yahudi
Sekte
dalam agama Yahudi mulai berkembang di era perjanjian baru, pada waktu itu ada
lima sekte dalam agama Yahudi, dan dianggap berpengaruh dan berhubungan dengan
penangkapan dan penyaliban Yesus Kristus, berikut penjelasan singkatnya :
1.
Sekte Farisi (Ahli Taurat)
Era perjanjian
baru, sekte ini memiliki peranan penting, keberadaan sekte ini sudah ada sejak
abad kedua sebelum masehi. Pada mulanya sekte ini mempertahankan agama nabi
selanjutnya sekte ini lebih mengutamakan hukum. Dalam pehamaman teologinya,
sekte ini tergolong ortodoks dan memercayai adanya kebangkitan setelah mati,
dan penghukuman kekal setelah kematian manusia yang berdosa.
2.
Sekte Saduki (Penjaga Taurat)
Sekte
ini berasal dari nama pribadi orang yaitu imam besar Zadok. Sekte ini
diperkirakan ada dari zaman Hasmoneus dan berakhir bersamaan dengan runtuhnya
kota Yerusalem tahun 70 M. Dalam keyakinan dan kepercayaannya, sekte ini hanya
mempercayai Taurat Musa, dalam sekte ini, kitab Taurat ditafsirkan secara
harfiah dibandingkan dengan sekte farisi. Terkait dengan tologinya, sekte
saduki bersifat liberal dan menentang hal yang berbau supranatural, sekte ini
tidak percaya adanya malaikat, kebangkitan orang mati ataupun penghukuman kekal.
3.
Sekte Eseni (Pemegang Kebenaran Radikal)
Kata Esseni
berasal dari bahasa Aram yaitu Hasin, yang searti dengan kata ibrani, Hasidim
yang berarti saleh. Para pengikut sekte ini sangat taat terhadap adat Yahudi
dan peraturan secara keras. Kepercayaan sekte Eseni perihal kedaulatan atau
kebebasan adalah nasib atau takdir.
4.
Sekte Zealot
Dalam
praktiknya, sekte ini lebih terlibat kepada politik daripada keagamaan,
pengikut sekte ini adalah orang nasionalis yang semangat berperang.dalam
perjuangannya, sekte Zealot mempunyai tujuan menggulingkan pemerintahan Roma di
Israel, selain militan, mereka melakukan aktivitas secara radikal dalam
mencapai perjuangan.
5.
Sekte Herodian
sekte Herodian
bertujuan membuat Israel merdeka dari penjajahan Romawidan diperintah seorang
raja dari keluarga Herodes. Sekte ini tidak seradikal sekte zealot, tetapi
sekte ini sangat menentang dan kerap menjadi musuh bagi Yesus saat melayani di
Galilea dan Yerusalem.
E.
Praktik Keagamaan dan Ritual Agama Yahudi
1.
Sembahyang Tiga Kali Sehari
Umat Yahudi
melakukan sembahyang tigakali dalam sehari, yaitu pada saat pagi, siang dan
malam, dalam pelaksanaannnya Umat Yahudi melakukan tefillah atau amidah yaitu
mengucapkan solawat sebanyak 19x, , ibadah ini bisa dilakukan sendiri atau
berjamaah, tata cara solat Yahudi hampir mirip dengan agama islam, perbedaannya
ada di pembacaan talmud dan taurat.
2.
Ibadah Puasa
Dalam Yahudi
terdapat dua kali puasa utama dan empat hari puasa kecil yang merupakan tahun
Yahudi :
a.
Dua Puasa Utama
1.
Puasa
Yom Kippur, merupakan puasa hari perdamaian
2.
Tisha
b’Av, dilakukan untuk memperingati kekalahan kedua kerajaan Yahudi atas raja
Babilonia yaitu Nebukadnezar pada tahun 586 SM, setelah sebelumnya bangsa
Yahudi ditaklukan oleh Nebukadnezar pada tahun 597 SM.
Kedua puasa ini
berlangsung 24 jam, puasa ini hukumnya wajib, orang yang menjalankan tidak
boleh mandi,menggosok gigi, makan dan minum.
b.
Puasa Kecil
Ada 4 puasa
kecil yang harus dilakukan bertujuan untuk memperingati tragedi nasional. Puasa
ini berlangsung dari fajar sampai malam, puasa kecil berikut adalah puasa
Gedalya, puasa Tebet, puasa Ester, dan puasa Tammuz.
3.
Ibadah Korban
Ibadah ini
sebagai upaya penebusan dosa. Jika dibedakan berdasar bentuk dan macamnya, maka
korban dalam Yahudi ada tiga yaitu :
a.
Korban Perdamaian : merupakan
korban yang dilakukan untuk meminta perdamaian bagi dosa-dosa yang tidak
disengaja
b.
Korban Pemujaan : terdiri
dari korban bakaran dan sebelumnya harus meletakan tangan ke kepala korban,
sebagai penyerahan diri, kedua korban keselamatan caranya dengan membakar
lemaknya saja, ketiga adalah korban sajian, terdiri dari tepung terbaik
dicampur minyak dan beberapa roti yang tidak beragi.
c.
Korban Lain-lain : yang
termasuk korban diantaranya, korban perjanjian yang dipersembahkan ketika
mengadakan perjanjian di gurun sinai, korban pelantikan imam yaitu korban yang
dilakukan ketika pelantikan imam, korban cemburuan yaitu yang dilakukan
laki-laki yang menuduh istrinya berkhianat atau berzinah.
F.
Tempat Suci dan Ibadah Agama Yahudi
1.
Bait Suci
Sebelum
masa Diaspora/pembuangan, satu-satunya pusat ibadah bagi umat Yahudi adalah
bait Suci di Yerusalem. Ada dua bait suci yang berdiri di Yerusalem, yaitu bait
suci Salomo yang dibangun sekitar abad ke-10SM untuk menggantikan kemah suci,
bangunan ini dihancurkan bangsa Babel dibawah kepemimpinan Nebukadnedzar pada
tahun 586 SM. Kedua, bait suci yang dibangun bangsa Yehuda kembali dari
pembuangan di Babel sekitar 536 SM, lalu bait suci Hordes yang merupakan
perluasan dari Bait Suci kedua termasuk renovasi atas seluruh bukit bait suci,
namun bait suci ini tidak disebut bait suci ketiga, akan tetapi bangunan ini
kembali dihancurkan oleh pasukan Romawi dibawah kaisar Titus pada tahun 70 M,
namun terdapat dugaan bahwa orang Yahudi lah yang membakar bait suci ini agar
bait suci kedua tidak dicemari.
2.
Sinagoga
Sinagog berarti (rumah ibadah) tidak bisa dikatakan sebagai tiruan
bait suci Yerusalem, karena ukurannya yang kecil dan tidak disediakan tempat
untuk membakar korban, sinagog dibangun karena untuk kebutuhan ibadah orang
Yahudi yang berada di jauh atau jauh dari bait suci. Sejak zaman pembuangan,
peran sinagog sangat besar , disinilah Yudaisme mengalami kedewasaan,
disejumlah kota besar yang terdapat umat Yahudi dibangunlah sinagog sebagai
tempat ibadah dan berkumpul.
3.
Tembok Ratapan
Tembok ratapan merupakan tempat sakral bagi umat Yahudi di seluruh
dunia, tempat ini juga berperan sebagai pengganti bait suci.disinilah mereka
berkumpul dan berdoa sejak zaman dahulu semenjak bait Allah kedua dihancurkan
oleh Romawi pada tahun 70 Masehi, menurut keyakinan Yahudi, tembok ratapan merupakan
sisa bait Allah kedua yang ada di bagian barat, tembok ini dibangun oleh raja
Herodes Agung pada tahun 20 sebelum kelahiran Yesus. Dalam setiap waktu dekat
tembok ratapan, dijumpai orang-orang Yahudi yang berdoa, terkadang mereka
menyelipkan kertas berisi doa pada tembok itu. Disebut tembok ratapan karena
pada tembok inilah orang Yahudi sampai sekarang berdoa dan meratapi kehancuran
bait suci sambil berharap bahwa suatu saat jika Tuhan berkenan, bait suci akan
dibangun lagi, selain itu umat Yahudi juga meratapi pembuangan sebagian besar
bangsa Yahudi, yang kemudian menyebar ke seluruh dunia.
Comments
Post a Comment